Mencari rupiah sampai titik keringat terakhir
Juni 19, 2008 at 9:46 am | In Bukittinggi, cinta, umum | 30 CommentsTags: Bukittinggi, cinta, kasih sayang, peduli, sosial
Panasnya terik matahari seakan tidak terasa oleh bapak tukang becak ini, berbeda sekali dengan saya yang dah mengeluh karena kepanasan. begitulah gambaran hingar bingarnya kota bukittinggiku tercinta, siang hari yang panas bangettt dan malam nya dingin sekaliiii… hari ini panas mentari rasanya bisa membakar kulit ini, seperti biasa pas isoma, mataku tertuju pada suatu pemandangan yang sangat² susah untuk di jelaskan. di bilang becak muatannya hampir sama dengan mobil pick up.. ya Allah begitu kuatnya bapak itu, semoga dia selalu dalam lindunganmu!!! ntah berapa ratus kilo beban yang ia bawa. menempuh jarah yang sangat jauh. padang luar – pasar bawah kurang lebih 8 KM….

Meskipun bapak tu dah mandi keringat, namun masih bisa tersenyum. apalagi tau ketika saya memotonya.. hanya senyum balasan yang bisa saya berikan!!!… bajunya dah basah kaya kehujanan. g’ kebayang betapa cape’nya .. saya aja jalan g’ bawa beban 5 KM dah KO.. namun si bapak tu yang tenaganya dah sebanding dengan mobil masih aja tersenyum,, tersenyum melihat dunia, tersenyum membayangkan kebahagian anak istrinya dikala ia pulang membawa uang, tersenyum membayangkan upah yang akan ia terima meskipun g’ seberapa, dan akan selalu tersenyum menjalani hari harinya!!!
Nah sekarang mari kita bercermin,, apa yang telah kita lakukan.. saya pribadi misalnya,, kerja hanya duduk² dah dapat gaji tiap bulannya, ngeklik sana ngeklik sini dapat uang, apalagi pejabat² sana yang hanya ambil absen ke kantornya dan di gaji oleh negara masih sempat ia korupsi..
Gambar saya ambil tepat di Jln Sudirman bukittinggi (lapangan kantin)
& Komentar »
RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik
Tinggalkan komentar
Blog pada WordPress.com. | Theme: Pool by Borja Fernandez.
Entries and comments feeds.


Blognya bAgus
Tukeran Link Yukk
Komentar oleh KID — Juni 19, 2008 #
weh kota nya sepi ya.. enak kayak nya..
*ups salah fokus*
ho oh tuh korupsi aja
*tetep fokus ke kota nya*
Komentar oleh ulan — Juni 19, 2008 #
saya juga pernah ngerasainnya da, sering. pernah saya jualan donat, capek banget deh.
Komentar oleh Catra — Juni 19, 2008 #
Itulah Dunia….., fotonya kalo di Bandung Kaya di Dago, cuman dago Muaaacet abis.
Komentar oleh ubadbmarko — Juni 19, 2008 #
lebih bernilai dari pada para pejabat yang duduk2 di kantor sambil mikir, sapa lagi ya yang akan di makan
Komentar oleh thevemo™ — Juni 19, 2008 #
hoh di sini juga sering liat ituh becak ngangkut barang sampe setinggi monas gituh… si tukang becaknya sampe ga kliatan.. bener2 perjuangan hidup deh!
Komentar oleh carra — Juni 19, 2008 #
klu liat foto bapaknya, ingat dijogja ( di beringharjo )dulu sering liat mbah2 yang dah tua , tapi masih kuat mikul bebang dipunggungnya sambil bungkuk2 gitu..kasian. malu sama diri sendiri ,gendong anakku 10 kg aja 5 menit dah ga kuat. setidaknya jadi buat renungan tuk kita agar lbh bersyukur ….
Komentar oleh helidda — Juni 19, 2008 #
salam
Amin. Amin *sok ustadz mode:ON*
Subhanalloh semoga Alloh memudahkan jalan rizki untuk bapak itu ya, dan buat kamu juga biyung Zoel
Komentar oleh nenyok — Juni 19, 2008 #
really appreciate, Bapaknya gak pake sandal ya? wah hebat banget… hmmm
Komentar oleh fisha17 — Juni 19, 2008 #
Itulah hidup
*sok bijak*
Huehehe
Komentar oleh FaNZ — Juni 19, 2008 #
Eh abis ambil fotonya, kasih dong teh botol.. kan mayan tuh.. panas-panas dapet teh botol dingin.. :p
hehe..
*kabur.. ntar ditimpuk zoel pake kibor :p
Komentar oleh Deddy Huang — Juni 19, 2008 #
jiwa2 penuh semangat
jiwa2 tak pernah lelah meski bermandi peluh
jiwa2 pemenang
Komentar oleh achoey sang khilaf — Juni 19, 2008 #
yang kuat yang bertahan
kuat fisik dan kuat mental…
Komentar oleh wennyaulia — Juni 19, 2008 #
Begitulah seleksi alam bung zoel. Kita2 yang melek kemajuan wajib membantu mereka yang (=kurang beruntung). Semoga pihak2 yang paling berkompeten dapat menyaksikan hal ini.
Komentar oleh Laporan — Juni 19, 2008 #
yup..emang begitulah susahnyamendapatkan sesuap nasi di indonesia ini…yg banyak keringat cuman dapet nasi sedikit…yg gak berkeringat (baca koruptor)…buang2 nasi…MIRIS sekali
Komentar oleh aNNo' — Juni 19, 2008 #
Integritas, itu yang membuat bapa2 itu dengan mereka itu
, Moga2 dengan tulisan ini banyak individu yang bisa sadar yah..
Komentar oleh Domba Garut! — Juni 20, 2008 #
Zoel, kalau fotonya seditkit dizoom lagi sehingga ekspresi wajahnya keliatan maka akan lebih dramatis lagi hasilnya
Salam
Komentar oleh coretanpinggir — Juni 20, 2008 #
betapa kuatnya si bapak.
benar-benar kerja sampe titik keringat terakhir kali ya…?
Komentar oleh fairuzdarin — Juni 20, 2008 #
@Kid ayukkk² ajahhh
@ulan iya nichhh,,, tumben² nya sepi
@Catra heheheh donat atu bang
@ubadbmarko untung bukittinggi blom macet,, kalau macet kasihan ntu bapak
@thevemo bener banget kk
@carra tuntunan hidup ya kk,,,, saat nya kita berbagi
@helidda bener bgt kk,, mesti jadi renungan buat kita semua
@nenyok salam mba,,, aminnnnnnnnn
@fisha17 hu’uh g’ pake sandal… dah kebal kali
@Fanz heheheheheh
@deddy huang hihihihihihii
@achoey yuppp itulah jiwa pemenang
@wennyaulia heheheh asal jangan main tindas aja mba
@laporan moga aja kk,,,
@anno mo gimana lagi kk,,, gitu lah hidup
@domba garut moga aja kk,,, banyak yg sadar
@coretanpinggir hmm lupa mo ngezoom kk
@fairuzdarin ampe mandi keringat kk
Komentar oleh zoel chaniago — Juni 20, 2008 #
kalo ngeliat yang begini malu yah…
malu kalo kebanyakan ngeluh sementara hidup blon susah susah amad…
Komentar oleh natazya — Juni 20, 2008 #
Hm,, Perjuangan bapak itu patut untuk diacungi dua jempol….
Semangat Mas Zoel….
Komentar oleh galihyonk — Juni 21, 2008 #
Hidup adalah Perjuangan dan Perbuatan… (korban iklan Parpol..!!) hehehe…
Intinya: Usaha, Jujur, dapatkan hasilnya…
Komentar oleh Ihsan — Juni 21, 2008 #
kalau seperti ini, kita memang patut menelanjangi diri kita sendiri….
Komentar oleh Somet — Juni 22, 2008 #
tema dan fotonya nyambung.
*tersentuh*
setuju sama coretanpinggir, mustinya zoom.
kalau gak, kayaknya mending crop aja biar si bapak lebih kelihatan dan jadi pusat gambar.
trus tampilin dengan kapasitas yang sama.
Komentar oleh marshmallow — Juni 22, 2008 #
dalam 1 kata:
*bakureh*
Komentar oleh kangtutur — Juni 23, 2008 #
Perjuangan mirip dijaman penjajahan dulu, nampaknya Bangsa Indonesia belum benar2 merdeka ya?
Sekalian nich mohon dukungan backlinknya, saat ini saya sedang berjuang di Busby SEO Challenge international contest. Berharap bisa mengharumkan nama bangsa Indonesia di Tingkat dunia.
Komentar oleh Yudhi Abe — Juni 23, 2008 #
@natazya ya gitu de mba… kita yang dikit beruntung malah banyak ngeluh
@galihyonk heheh yup tetap semangat
@ihsan hahhahaha tapi bener juga tuhhh
@somet
@marshmallow hmmmm saya mah cuma asal jepret aja kk
@kangtutur hahahahah minang style
@Yudhi abe ok dechhhhh
Komentar oleh zoel chaniago — Juni 23, 2008 #
ngajak tuker link ni..mau ya
Komentar oleh jatmiko — Juni 23, 2008 #
Oalah…
*jadi kangen bt*
*jd kangen sate mak sukur*
*oot*
Komentar oleh Mi-chan — Juni 23, 2008 #
untuk komentar lainnya di
http://www.lintasberita.com/Lokal/Mencari_rupiah_sampai_titik_keringat_terakhir/
Komentar oleh ds_jos — Juni 24, 2008 #