Kebebasan yang disalah artikan

Juni 2, 2008 pukul 11:57 am | Ditulis dalam Berita, Islam, renungan | 29 Komentar
Tag: , , , , , ,

Ya allah ampunilah dosa² kami ya allah,, dan ampuni jugalah dosa saudara² kami. mungkin judul postingan saya kali ini sedikit berat, maaf kalau ada pihak yang tersinggung. saya sangat miris sekali melihat beragamnya komentar tentang kejadian antara FPI dan sebuah aliansi yang baru saya dengar “aliansi kebangsaan kebebasan beragama dan berkeyakinan” apakah indonesia sudah sedemikian parahnya sehingga perlu di bentuk aliansi ini. Sebagai manusia yang g’ bisa hidup sendiri alias makhluk sosial tentu perlu di pahami apa itu kebebasan. Anda boleh bebas asalkan tidak merugikan orang lain, tidak menyakiti perasaan orang lain. jangan salah artikan makna kebebasan itu. hidup ini kalau bebas untuk apa aturan di buat, untuk apa norma norma di atur sedemikian rupa. anda boleh kritis terhadap sesuatu namun jangan lupakan apa efek dari ke kritisan anda. jangan hanya asal bicara saja.. kalau anda hanya asal bicara apa bedanya anda dengan anak kecil.

Semalam saya pernah memberi komen di sebuah blog, dimana judul postingannya sedikit kurang pantas menurut saya, namun komen saya langsung dibalas oleh pengunjung lainya dia bilang “kenapa mesti diperhalus bahasanya.. bla bla bla….!! kayanya ni orang hobi bikin kacau” orang kaya gini yang protes apa jadinya!!! saya bukan membela FPI atau AKK-BB, namun saya mencoba meluruskannya. di satu pihak aksi FPI memang di luar kendali,, namun apakah ada yang menjamin apa yang dilakukan AKK-BB itu 100% benar.

Saya mencoba meminta keadilan kepada dunia ini, ketika saudara² saya di palestina, irak de el el menjadi korban keganasan tentara USA n sekutunya,, ada ribuan anak anak, ibu – ibu yang tak bersalah menjadi korban, dimanakah HAK AZAZI itu, tolong tunjukan kepada saya.. ketika agama saya di nista oleh sebagian orang yang memunculkan agama baru anda bisa baca disini dimanakah keadilan itu.. adakah mereka menjaga hati umat islam, mereka dengan bangganya bebas, mengatasnamakan ham namun hati saya terkikis pilu ketika ajaran agama saya di perolok²kan. dimanakan suara anda,, tidakkah anda menyaksikan itu di media massa..

Namun sekarang ketika aksi FPI begitu di ekpos oleh media,, anda semua ramai ramai berbicara, menghujat sana sini, bahkan menyakannya dengan binatang.. apakah ini kebebasan yang anda mau,, apakah ini ham yang anda maksud.. anda boleh dengan bebasnya cuap sana cuap sini tapi tolong jaga perasaan orang lain. pernahkah anda menganalisa masalahnya terlebih dahulu,, kalau anda memang terpelajar tidak seperti saya yang hanya tamatan SMK tolong tunjukan sikap bijak anda. tanyakan lebih dahulu ke FPI apa sebabnya ia menyerang,, trus tanya juga AKK-BB tersebut, kenapa aksi mereka mendapat perlakuan seperti itu, kalau tidak ada yang salah g’ mungkin kan FPI main serang aja!!!

Kalau anda keberatan dengan aksi FPI silahkan laporkan ke polisi, galang petisi atau apalah,, semua ada jenjangnya kalau anda memang terpelajar, FPI merukan suatu organisasi, sebagai organisasi tentu ada badan hukumnya,, nah disini anda bisa menanyakan ke absahannya,, meminta pemerintah mencabut izin organisasinya atau sebagainya.. banyak cara yang lebih mulia untuk dilakukan daripada anda koar koar menghakimi n menzalimi mereka atau mengaggap mereka seperti binatang.. kalau anda seperti itu apa yang membedakan anda dengan mereka.. mungkin anda lebih keji dari mereka…

Nah kesimpulannya,, anda boleh bebas tapi tolong pertanggung jawabkan kebebasan anda,, jangan sampai dengan kebebasan anda orang lain terganggu.  satu lagi jangan pernah menghakimi atau mencap seseorang itu zalim bahkan seperti binatang, kita hanya manusia.. sebagai seorang islam biarlah Allah yang menetukannya apakah ia zalim atau g’ nya!!!

Ini semua hanya pemikiran saya,, kalau ada yang merasa keberatan saya mohon maaf. namun kalau ingin berbicara lebih lanjut dengan saya silahkan disini gw_zoel <>>> ym saya….
atau silahkan komentar di bawah…

29 Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

  1. ya, kadang kejadiannya yang dibesar-besarkan
    tentang penyebab jarang orang mau tahu

    harusnya kan berimbang!

  2. Sebenarnya kebebasan adalah kecerdasan, bukan ‘perkelahian’.

  3. Boleh berbeda tetapi jangan pakai kekerasan. Kalau memakai kekerasan maka apa bedanya dengan binatang.

    Dan kenapa harus membela kekerasan ? Entah siapapun itu dibalik kekerasan harus dikecam. Intinya adalah kekerasan dan oknum dibalik kekerasan itu. Kalau anda mengecam kekerasan di Palestina dan Irak maka seharusnya anda juga mengecam kekerasan yang terjadi kemarin itu.

    *kecuali perbedaan sudah tidak diakui lagi di negeri ini*

  4. Salam
    yang namanya tindak kekerasan tentunya apapun siapapun ga ada orang yang menghendaki, tapi secara pribadi aku kira keberadaan FPI masih oke secara bisa dibilang FPI adalah adalah salah satu ormas yg berfungsi sbg kontrol sosial mayrakat juga, kalo kontrol negara akh .. buktinya ngeluarin SKB Ahmadiyah aja suliiit banget, maunya apa sie, kalo semunya mau berlindung di balik kata kebebasan so dimana standar kebenaran sejati.. ukh ukh capeeeeeee..

  5. @achoey dah kebiasaan kaya githu😀
    @Ersis bener juga tu kk,, asal jangan di manfaatin aja kecerdasannya untuk membodohi orang lain

    @goldfriend hmmm kaya nya kk mesti baca lagi postingan saya,, di alinea ke 2 saya katakan,, disatu pihak tindakan fpi memang diluar kendali > soo saya tidak membela kekerasan… saya juga mengecam kejadian tersebut,, tapi yang saya herankan kenapa di besar besarkan.. padahal kejadian tersebut menurut sebagian berita di sokong oleh sebuah aliran,, namun saya masih ikut mengikuti perkembangannya..
    masalah perbedaan,, selama ini saya rasa tidak ada masalah,, masalah muncul ketika ada sekelompok orang membuat aliran yang masih berbasis kan islam,, bisa dikatan aliran sesat,, nah kalau masalah ini sudah termasuk pelanggaran ham, kalau mereka mo membuat aliran atau agama yang tidak menyinggung islam sedikitpun saya rasa tidak akan ada masalah,, selama ini saya hidup di sumatera barat kami saling menghormati antar umat beragama dan antar adat tidak ada kerancuan sedikitpun..
    saya ada pepatah minang “basabab mako bakarano” artinya ada hubungan antara sebab dan akibat…
    sekeji apapun manusia kita sebagai orang yang waras tidak bisa menyamakannya dengan binatang,, karena bisa saja dia lebih mulia daripada kita di hadapan Tuhan… OK

    @nenyok setujuuuuu

  6. Ya Allah Ya Rahiim…

    Ampuni kami yang belum sanggup mencontoh budi pekerti Rasul-Mu, padahal Engkau mengutusnya sebagai Rahmat bagi seluruh alam dan bukan sebagai adzab…Ya Allah Yang Maha Kasih Sayang..

    Maaf Mas Zoel, saya nggak bisa komen selain dari do’a di atas. Semoga hidayah Allah SWT senantiasa menanungi kita dan Dia-pun menjaga hati kita dengan kelembutan Kasih-Nya..amin.

    Terima kasih atas silaturrahimnya..

  7. ya itulah fenomena di blogosphere..
    seperti postingan diriku yg kemaren, akibatnya terjadi tindak kekrasan..

  8. saudara kita mungkin lupa
    bahwa kebebasan itu ada konsekuensinya

    yaitu tanggung jawab

  9. semoga pihak yang suka curiga ditunjukkan jalan oleh-Nya. semoga juga kedamaian dan kebenaran bisa berjalan seiring, tanpa embel-embel kemanusiaan. karena kebenaran pasti telah melingkupi setiap nilai yang ada kaitannya dengan hak asasi.

  10. Semua pihak mesti kembali introspeksi diri masing2, agar tahu apakah yg dilakukan sudah sesui dengan nilai-niali kebenaran yang hakiki…..

  11. Memang, menurut saya keadilan dan kebenaran hakiki itu hanya milik Allah SWT. Selagi kita masih berstatus manusia pastilah tidak luput dari kesalahan. Sungguh prihatin dengan nasib bangsa yang diadu domba seperti saat sekarang ini. Entah kapan akan berakhir.

  12. menjunjung tinggi kebebasan diri sendiri tanpa merugikan orang lain…

    *memang seharusnya begitu sih…tapi aplikasinya…bener…bener susah..*

    *mari2…mari…kita coba terapkan*😀

  13. kebebasan yg bertanggung jwb itu susah
    apalagi klo sdh merasa sbg pihak yg paling benar😦

  14. @ nenyok :

    Soal Ahmadiyah dibubarkan atau tidak, kenapa tidak menuntut langsung pada pemerintah yang berhak melakukannya ? Kenapa FPI harus menggunakan kekerasan pada orang lain jikalau tuntutannya soal pembubaran Ahmadiyah pada pemerintah belum disetujui ?

    Kalau mau anarkis, kenapa tidak sama pemerintah ?🙂

    @ zoel :

    Sebenarnya apa masalah utama dari peristiwa diatas ?

    Kekerasan atau “aliran sesat” ? Tolong jangan dilarikan masalahnya. Kalau soal aliran sesat, segera tuntut pemerintah membubarkan mereka. Titik. Itu saja dan tidak pakai embel-embel. Jika pemerintah belum menyetujui, maka tuntut lebih keras lagi. Dan jika akhirnya tidak disetujui, sekalian lakukan makar pada pemerintah.🙂 Selesai masalah.

    Tapi masalahnya bukan soal aliran sesat atau penghinaan agama. Tapi soal KEKERASAN.

    Kalau ada yang berbeda, maka silakan ajukan tuntutan pada penguasa agar membubarkan mereka yang dianggap menghina. Dan bukan main hakim sendiri dengan menghakimi orang-orang yang berbeda itu. Kekuasaan terletak pada pemerintah dan bukan pada para preman berjubah itu.

    Kalau kekerasan SELALU menjadi jalan keluar (sementara ada jalan lain yang lebih mematuhi hukum) lalu apa bedanya mereka dengan binatang ? Karena jalan keluar dengan menggunakan kekerasan itu identik pada binatang pemangsa.

    saya ada pepatah minang “basabab mako bakarano” artinya ada hubungan antara sebab dan akibat…

    Selalu ada hubungan sebab akibat. Tetapi kekerasan berada jauh dalam hubungan sebab akibat itu. Kalau kekerasan selalu jadi akibat dari sebuah sebab, maka mau jadi apa negeri ini ? Negeri tanpa hukum ? Atau negeri kekerasan ?

    Dan mereka-merekalah yang membuat negeri ini menjadi negeri dengan wajah kekerasan.

  15. wah ane setuju ni ama admin blog,,, lagian aksi di monas oleh akk-bb tidak memiliki izin dan memancing tindak kerusuhan.. trus satu lagi ada gusdur di belakangnya.. :capede: saya jadi heran sendiri kaua mo bebas silahkan kenegara yang memang telah benar benar bebas..

  16. ass, kadangkala apabila orang diberi kebebesan malah lupa akan tanggung jawabnya terhadap kebebasan tersebut,

    semoga orang-orang yang telah dipercaya dan diberi kebebasan selangkah dan agak ditinggikan seranting tidak lupa akan tanggung jawabnya. wass

  17. @rozy sama²
    @hanggadamai😀 dah jadi fenomena yach
    @Ilyas yuppp tanggung jawab itu yang dah ilang sekarang
    @zulmasri kadang sebagian orang terlalu naif dan bersembunyi di balik kemanusian, ham dijadikan dasar untuk bebas
    @Rita bener banget kk,, intropeksi
    @Rafki sampai kita menyadari semua kesalahan yang kita lakukan
    @nairasmile mengaplikasinya itu lohhh,,, gimana gituuu
    @theloebizz kalau dah merasa bener,, jd g’ ingat lagi apa salah nya

    @goldfriend ok. back to aur topic. kekerasan itu muncul karena adanya aliran sesat,, saya mengikuti perkembangan beritanya di detik.com banyak sekali fakta² baru yang muncul di balik aksi FPI tersebut, ada banyak fitnah di belakangnya.. menurut apa yang saya baca ada seorang ulama yang memiliki label KH di belakang aksi AKK-BB tersebut, dimana komntar dari orang tersebut juga sering nyeleneh, ngomong semaunya dan memancing kontroversi.. lagi pula aksi AKK-BB tidak memiliki izin,, si tengah kondisi bangsa yang seperti ini ada sebuah aliansi seperti itu,, saya rasa waktunya g’ tepat.. dan ada juga yang menyebutkan acara tersebut mengsxploitasi anak², ibu² dan orang cacat!! aksi damai tetapi ada yang bawa pistol dan terekam oleh video,, banyak lagi fakta yang saya baca di detik.com namun media hanya mengexposs FPI saja.. saya bukan membela FPI.. saya sangat setuju dengan anda bawha FPI diluar batas..alangkah baiknya kita juga menyoroti aksi AKK-BB tersebut.. kalau mau menilai kita g’ bole satu sisi aja.. diliat ke duanya!!! satu lagi kalau kebencian dalam diri kita udah merasuki hati apapun tindakan orang selalu ada salahnya!!! namun seperti tulisan saya di atas.. kalau g’ setuju ama fpi baca aja postingan saya alinea 5.. seep kan..
    Kalau saja masyarakat indonesia bisa memahami arti dari kebabasan dan tindakan yang ia lakukan tentu hal ini tidak terjadi…

    @ahmadinejad ya begitulah,, hal yang semestinya tidak pantas terjadi
    @catra wa’alaikumsalam kesadaran itu yang kurang mas😀

  18. jangan ampe berantem ya😆 :piss:
    maaf nyampahhh haha

  19. Soal agama saya kurang paham mas, tetapi tidak ada kebebasan yang absulut, liberalisme di barat menganut kebebasan individu secara penuh, meskipun begitu mereka memiliki aturan dan undang-undang lebih banyak dan lebih tebal di bandingkan dengan UUD RI. Liberal di negara-negara barat berjalan karena berakar dari culture yang ada semenjak nenek moyang mereka.
    Sedangkan kebebasan yang ada di Indonesia adalah kekebasan yang berakar dari cultur yang ada di Indonesia, dalam hal ini tentu saja disarikan ke dalam sila-sila Pancasila.
    Pemerintah China menolak ketentuan HAM seperti di yang berlaku di barat, dengan alasan bahwa masyarakat China memiliki culture tersendiri yang paling sesuai dengan rumusan HAM untuk diimplementasikan di masyarakat China.

  20. sebenarnya negara kita kan berlandaskan dengan hukum… bukannya main hakim sendiri… kalau memang mengaku Fron Pembela Islam…. ya ikuti dong syariat Islam… masak ada dalam Islam main hakim sendiri….

  21. kebebasan jangan kebablasan.

  22. hmmm…

    saya sih mikirnya cuma satu aja sih, apa yang salah sih dengan being different…?

    kenapa being different selalu saja dipermasalahkan di sini? dan kenapa being different selalu dilawan dengan kekerasan?

  23. iya kebebasan yang bertanggung jawab dan tanpa ada unsur kekerasan tentunya

  24. itulah kebebasan yang baru dirasakan oleh para penderita kebebasan, akhirnya kebebesan yang yang tidak terarah.😀

  25. Perlawanan tidak selamanya disalahkan karena manusia mempunyai naluri mempertahankan diri, sehingga ketika dirinya atau kelompoknya diserang maka akan bangkit untuk melakukan perlawanan.
    Tapi tindakan FPI selaku jamaah Islam melakukan kekerasan itu tidak benar berdasarkan sirah Nabi Saw. Dimana Nabi Saw membalas serangan orang kafir ketika ada sebuah negara Islam yang didirikan di Madinah.
    Tetapi jika serangan itu dilakukan oleh individu maka hal itu syah-syah saja.
    Jangan sampai kita di jadikan mainan politik “belah bambu” oleh kelompok yang tidak menyukai Islam termasuk AKKBB yang membela Ahmadiyah.
    Dan Ekspos media sekarang memang mencitrakan Islam sebagai keyakinan “barbar”. Bedebah media…!
    Mari selamatkan bangsa dan umat Islam dengan menerapkan syariah Islam..!

  26. @diki g’ dunk😆
    @laporan ya di indonesia orang dah mo bebas,, padahal g’ sesuai ma culture
    @alfaroby pemahamannya aja masih sempit kk
    @TGH.Nizar AL-Kadiri ya begitulah
    @carra karena perbedaannya itu dengan memcah persatuan
    @ibahbaek yupp setuju
    @awan sudiawan mereka cuma asal bebas aja
    @padhepokonaisme media pilih kasihhhhh,,,

  27. kita sabar aja bang.

    sabar kita dengan terus introspeksi dan memperbaiki diri.

    kewajiban kita sebagai muslim untuk amar ma’ruf nahi munkar dengan hikmah dan pelajaran yang baik.

  28. Mendukung..

  29. hmmmm…. pingin banget kiamat, biar kita tahu siapa yang salah siapa yang benar di akhirat kelak. kita tunggu pengadilan Allah SWT.

    wassalam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: